Selasa, 22 November 2016

Kumo Desu ga, Nani ka? Chapter 60

(G) Sihir Sesat -> Sihir Klenik
(G) Pembantai Monster -> Pembunuh Monster
(S) Kokoh -> Kekar


60. Pertempuran defensif 100 meter di atas tanah Selesai


Monyet yang terakhir tertangkap di depan mataku.
Tangan yang di bentangkannya tidak akan meraihku.
Aku gulung seutas benang disekitar tangannya untuk menyegel total pergerakannya.

Aku lihat ke sekitarku.
Ada monyet-monyet yang tertangkap dalam benang dimana-mana.
Tidak ada satupun monyet yang lepas.
Untuk memastikan, Aku melihat sekitar tanahnya sebentar dalam jarak pandanganku, tapi bala bantuannya monyetnya tidak datang.
Meskipun Aku fokus untuk dengar, Aku tidak mendengar suaranya.

Akhirnya, Aku berhasil melumpuhkan semua monyet-monyetnya.

Walaupun Aku hampir lega saat Aku berpikir "Aku menang", ini masih belum berakhir.
Aku hanya telah melumpuhkan mereka dan masih belum menghabisi mereka.
Di bawah, ada monyet-monyet yang tertangkap dalam benang-benang sampai-sampai repot sekali untuk menghitungnya.
Di antara mereka, ada juga wujud dari si spesial monyet raksasa.

Monyet raksasa yang terakhir masih berjuang untuk merobek benangnya.
Sebenarnya, kekuatan si monyet raksasa melebih batas yang bisa di tahan benangnya.
Walaupun takkan langsung robek, ia akan lepas sebentar lagi jika Aku membiarkannya.
Oleh karena itu, Aku tambahkan benang-benang setiap kali untuk menahannya lagi.

Aku terus menahan si monyet raksasa sambil melawan monyet-monyetnya.
Tak disangka itu sangat sulit.
Aku bersyukur bahwa Aku tidak lega setelah Aku mengalahkan kedua monyet raksasa sebelumnya.
Karena Aku harus menggunakan tenaga lebih banyak dari yang kukira untuk menahan si monyet raksasa, kedua MP dan SP hampir habis.

Alasan mengapa Aku tidak membunuhnya dahulu karena Aku tidak ada waktu untuk melakukannya.
Aku tidak memiliki waktu untuk membunuh si monyet raksasa dalam situasi dimana monyet-monyetnya mendekat.
Dan juga si monyet raksasanya berada di jalan yang digunakan monyet-monyetnya.
Jika Aku akan membunuh si monyet raksasa, maka Aku perlu mendekat pada monyet-monyetnya.
Tidak mungkin Aku akan melakukan aksi bunuh diri itu.

Hal yang paling Aku takuti adalah apakah monyet-monyetnya akan bantu melepas penahan di monyet raksasanya atau tidak.
Aku sangat ketakutan bahwa ia bisa lepas dari penahananku jika mereka memiliki kekuatan seperti monyet raksasa dan kerja sama seperti monyet-monyetnya.
Tapi, mereka tidak melakukannya.
Monyet-monyet yang mementingkan efisiensi meski nyawa taruhannya, entah kenapa tidak memiliki strategi paling efektif dalam situasi ini, yaitu menyelamatkan si monyet raksasa.
Walaupun Aku merasa lega, tingkah laku monyet-monyetnya misterius.

Yaa, jika kubilang begitu, Aku bahkan tidak mengerti mengapa mereka menyerang.
Aku tidak merasa mereka menganggapku sebagai makanan, jadi Aku tidak mengerti mengapa mereka menyerangku.
Satu-satunya hal yang Aku bisa pikirkan adalah Aku telah membunuh seekor monyet beberapa waktu lalu, tapi apakah perlu melakukan sejauh itu hanya karena hal tersebut? Un.
Umu.
Tak ada gunanya meskipun kupikirkan itu.
Aku tidak bisa mengerti apa yang di pikirkan seekor monster.

Untuk sekarang, Aku akan membunuh si monyet raksasa.
Seperti yang di duga, Aku tidak berani menggigit langsung makhluk berbahaya seperti ini.
Oleh karena itu, Aku buat Racun Laba-laba dengan "Sintese Racun" dan melemparnya ke mulutnya mirip seperti dua lainnya.
Setelah menelan dua tetes racun, monyet raksasanya berhenti bergerak.

Karena urusan terberatnya menghilang, Aku akan bunuh monyet sisanya satu per satu dengan "Taring Beracun".
Walaupun "Taring Beracun"nya menggunakan sedikit SP, sejauh ini, itu tidak menggangguku.
Pemakaiannya rendah dan sejauh ini Aku belum mengalami situasi dimana SPku habis.

Tapi memang, ada banyak monyet-monyetnya.
Memang, bahkan "Taring Beracun" akan kehabisan menghadapi jumlah seperti itu.
I setengah makan seekor monyet untuk memulihkan staminaku dengan segan.

Monyet-monyet yang telah lumpuh ini mengintimidasiku saat Aku mendekati mereka.
Walaupun Aku merasa ada ketakutan tercampur di dalamnya, Aku tak peduli.
Kalian harusnya siap untuk mati karena kalianlah yang datang dan mencari ulah dengan niat membunuhku.
Saat kalian yang menjadi di bunuh, jangan menerimanya seperti pengecut.
Jadi, Aku membunuhnya tanpa memperdulikannya.

《Kondisi terpenuhi. Gelar 『Tak Kenal Ampun』 telah di dapatkan》
《Dengan efek dari gelar 『Tak Kenal Ampun』, skill 『Sihir Klenik LV1』『Resistensi Klenik LV1』 telah di dapatkan》
《『Sihir Klenik LV1』 telah menyatu dengan 『Sihir Klenik LV2』》

Aku mendapatkan sebuah gelar.
Terlebih lagi, yang berbahaya.
Ini gelar kedua yang memiliki "Sihir Klenik".
Aku tak bisa apa-apa kecuali menyesalinya.
Aku bukan seorang zindiq!
Beneran!

Untuk sementara waktu, mari tunda periksa skill yang baru untuk nanti.
Aku telah mendapatkan beberapa skill saat levelku naik di tengah-tengah pertempuran, jadi Aku akan periksa semuanya sekaligus saat Aku ada waktu nanti.

《EXP telah mencapai tingkat tertentu. Individu, Taratek Kecil LV9 telah menjadi LV10》
《Seluruh kemampuan dasar meningkat》
《Bonus Naik Level: Kecakapan skill telah didapatkan》
《Kecakapan skill tercapai. Skill 『Sintese Racun LV2』 telah menjadi 『Sintese Racun LV3』》
《Kecakapan skill tercapai. Skill 『Lempar LV2』 telah menjadi 『Lempar LV3』》
《Kecakapan skill tercapai. Skill 『Jumlah Sihir LV1』 telah menjadi 『Jumlah Sihir LV2』》
《Skill poin di dapatkan》
《Kondisi terpenuhi. Individu, Taratek Kecil bisa ber-evolusi》



Saat Aku sedang mengurus monyet-monyetnya, levelnya naik.
Begitu.
Aku sudah level 10.
Sudah!?
Memang, levelnya naik dengan cepat saat Aku bertempur, tapi Aku sudah bisa ber-evolusi!?

《Ada beberapa pilihan evolusi. Silakan pilih dari berikut ini.
 Taratek
 Taratek Racun Kecil》

Hmm?
Tidak aneh bahwa 'Kecil'nya di hapus dari namanya, tapi Taratek Racun Kecil?
Apa keutamaannya dalam racun karena ada kata 'Racun' padanya?

Yaa, mari tunda ini juga.
Tidak mungkin Aku bisa ber-evolusi dalam situasi dimana Aku tidak bisa merasa lega.
Aku harus cepat membunuh semua monyet-monyetnya.

《Kondisi terpenuhi. Gelar 『Pembantai Monster』 telah di dapatkan》
《Dengan efek dari gelar 『Pembantai Monster』, skill 『Tenaga Herkules LV1』『Kokoh LV1』 telah di dapatkan》
《『Kuasa LV3』 telah menyatu dengan 『Tenaga Herkules LV1』》
《『Kekar LV3』 telah menyatu dengan 『Kokoh LV1』》(堅牢)

Hmmm?
Lagi, sebuah gelar?
Ia juga memiliki nama yang bahaya.
Apakah ia tingkat lebih tinggi dari "Pembunuh Monster"?
Apakah "Kuasa" dan "Kekar" menyatu dengan skill yang berbeda?
Aku harus memeriksa itu nanti.

Setelah itu, Aku hanya membunuh monyet-monyetnya seperti biasa.
"Taring Beracun", "Taring Beracun", makan beberapa kali dan tambahkan benangnya.

Dan, semua nyawa kecuali Aku telah di habisi.




Chapter Sebelumnya
Chapter Selanjutnya

Senin, 21 November 2016

Kumo Desu ga, Nani ka? Chapter 59

59. Pertempuran defensif 100 meter di atas tanah ⑤


Monyet-monyetnya terus bergerak.
Aku terus sebarkan benang-benang ke arahnya.
Ini seperti mengulangi di awal-awalnya.
Tetapi, ada juga bagian yang berubah.

Sabtu, 19 November 2016

Kumo Desu ga, Nani ka? Chapter 58

58. Pertempuran defensif 100 meter di atas tanah ④


Berkat pergantian kulit oleh naik level, kaki dan badanku lepas dari tangan si monyet.
Tangannya si monyet mencengkram 2 lapis kulit lama.
Walaupun sebagian besar monyetnya jatuh ke tanah berkat besarnya gumpalan benangnya, monyet-monyet yang bergelantungan ke rumah sederhananya masih baik-baik saja.
Tetapi, badan mereka telah tertangkap di dalam benang rumah sederhananya.
Aku tambahkan benangnya agar mereka tidak bisa bergerak dan Aku habisi mereka dengan "Taring Beracun".

Kumo Desu ga, Nani ka? Chapter 57

57. Pertempuran defensif 100 meter diatas tanah ③


Dengan tak sabaran Aku sebarkan benang.

《Kecakapan skill tercapai. Skill 『Konsentrasi LV2』 telah menjadi 『Konsentrasi LV3』》

Selasa, 18 Oktober 2016

Kumo Desu ga, Nani ka? Chapter 56

56. Pertempuran defensif 100 meter diatas tanah ②


Para monyet-monyet itu mendaki dindingnya.
Aku pergunakan "Kendali Benang" sepenuhnya dan tempelkan benang lengket ke dinding arah jalan monyet-monyetnya.
Ini buruk.