Sabtu, 28 Januari 2017

Kumo Desu ga, Nani ka? Chapter 66

66. Serbuan Skill


Ah.
Rasa telah melakukannya luar biasa.
Betapa berlebihannya skill ini, jebakan macam apa yang tersembunyi padanya.
Bagaimanapun dipikir, tidakkah aneh bahwa gelarnya didapatkan tepat setelah mengambil skillnya?
Lagipula, ini jelas-jelas gelar yang berbahaya.
Menaikkan "Tabu" kelihatannya juga berbahaya.

Umumu.
Mengerikan karena tidak ada kerugian yang bisa langsung diketahui.
"Kebanggaan" dan "Tabu", keduanya masih belum menunjukkan dampaknya.
Tolong jangan membuatku berada di situasi dimana ada penjerat mendekat perlahan-lahan disekitar leherku tanpa sepengetahuanku sebelum terlambat.

Yaa, jika kupikir sebaliknya, itu takkan segera terjadi.
Tak ada yang bisa kulakukan, jadi Aku harusnya panik saat waktunya tiba.
Kalau Aku ada waktu untuk panik....

Untuk sementara waktu, Aku akan simpan skill poinku yang tersisa.
Walaupun Aku ingin menggunakan sihir yang baru saja didapatkan, Aku rasa takkan ada kemajuan jika Aku tidak melakukan sesuatu terhadap "Deteksi".
"Manipulasi Sihir"nya mungkin diperlukan, dan bila begitu, maka Aku perlu mendapatkan "Manipulasi Sihir"nya dan sebuah skill yang bisa melakukan sesuatu terhadap "Deteksi".
Hanya dengan 100 poin, Aku hanya bisa mengambil satu skill.
Untuk sementara waktu, mari tunggu sampai menjadi 200 poin.

Sekarang sudah kumakan semua monyet-monyetnya, Aku tidak perlu berlama-lama di sini lagi.
Mari cepat-cepat pindah.
Aku mulai berjalan disepanjang temboknya lagi.
Tetapi, sunyi.
Biasanya, suara monster-monsternya bisa terdengar dari jauh, tapi sekarang Aku tidak bisa mendengarnya.
Tidak ada tampak seekor monster pula. Ini kesunyian yang langka.

Apa ini karena monyet-monyetnya?
Yaa, jika ada keramaian sebesar itu, jelas saja monster lain akan lari.
Aku rasa mungkin seperti itu.

《Kecakapan skill tercapai. Skill 『Prediksi LV1』 telah didapatkan》

Hmm?
Dapat skill?
Mari lihat.

『Prediksi: Kemampuan berpikir meningkat saat memprediksi』

Hmm.
Yaa, Aku takkan keberatan jika Aku memilikinya, tapi meski tanpa itu, ini bukan skill yang cukup berguna.
Karena tidak memungkinkan untuk mengetahui jawaban dan hasilnya.
Skillnya hanya membuatku bisa berpikir cepat, dan skillnya hanya memiliki efek di situasi tertentu.
Maksudku, skillnya ada di dalam daftar skill-skill yang bisa didapatkan dengan 100 poin.
Ini memiliki poin yang sama dengan "Kebanggaan"...
Betapapun juga, ini aneh.

Tetapi, di sini benar-benar tidak ada monster.
Aku tidak merasa bahaya sedikitpun dan kelihatannya tidak ada seseorang yang berbahaya yang berkeliaran.
Tidak ada apa-apa di sini meski Aku melihat sekitar.

《Kecakapan skill tercapai. Skill 『Peningkatan Penglihatan LV1』 telah didapatkan》

Oh?
Lagi, skill telah didapatkan?
Mari lihat.

『Peningkatan Penglihatan: Penglihatan ditingkatkan』

Sama seperti namanya!
Yaa, itu jelas.
Tapi, ini juga tidak diperlukan.
Mata laba-labaku lumayan bagus.
Walaupun Aku tidak bisa hidup tanpa kaca-mata  karena Aku rabun jauh di kehidupanku sebelumnya, Aku bisa melihat jauh kedepan sekarang.
Maksudku, skill ini juga 100 poin.

Kalau dipikir-pikir, ada skill yang mirip yang meningkatkan kelima indra lainnya.
Jika kondisi untuk mendapatkan "Peningkatan Penglihatan" adalah dengan menegangkan mataku, maka akankah kecakapan skill dari skill yang lainnya terakumulasi jika Aku sengaja lakukan?

Kalau begitu, mari langsung coba.
Pertama-tama, kuping.
Bagaimana cara kerja kuping laba-laba?
Itu misterius meskipun itu diriku sendiri.

《Kecakapan skill tercapai. Skill 『Peningkatan Pendengaran LV1』 telah didapatkan》

Oh, skill yang Aku incar telah didapatkan.
Jadi, mari coba yang lainnya.

《Kecakapan skill tercapai. Skill 『Peningkatan Penciuman LV1』 telah didapatkan》
《Kecakapan skill tercapai. Skill 『Peningkatan Perabaan LV1』 telah didapatkan》

Mari lakukan rasa makan lain kali Aku makan.
Tapi, semudah ini mendapatkan skill.
Memang, karena indra-indra laba-labaku bagus sekali, Aku tidak menyadarinya sampai sekarang.
Seperti yang kuduga, jika Aku tidak konsentrasikan kesadaranku, kecakapan skillku tidak akan bertambah.
Jika tidak, Aku harusnya sudah mendapatkan skill-skillnya.

《Kecakapan skill tercapai. Skill 『Prediksi LV1』 telah menjadi 『Prediksi LV2』》

Udah naik!?
Aku baru mendapatkannya beberapa saat yang lalu, kan?
Kenapa levelnya sudah naik?
Tidak, yaa, itu bagus.
Aku sambut mereka yang naik.

《Kecakapan skill tercapai. Skill 『Pemikiran Paralel LV1』 telah didapatkan》

Eh, lagi!?
Terlebih, ini skill yang kupikir dapat melakukan sesuatu terhadap "Deteksi"!

『Pemikiran Paralel: Menjadi bisa berpikir tentang beberapa hal di waktu yang bersamaan』

Dalam pendapatku, Aku rasa alasan mengapa "Deteksi" tidak dapat digunakan adalah karena pikiranku tidak bisa menampung informasi yang berlebihannya.
Maka Aku berpikir tentang skill yang bisa membantu pemikiranku.
Salah satu skillnya adalah "Pemikiran Paralel".

Aku berhasil!
Tapi, bagaimana Aku mendapatkannya?
Aku tidak berpikir tentang beberapa hal seperti itu.

Ah, berkat Penaksiran-sama.
Aku selalu mengaktifkan Penaksiran-sama.
Aku berada di kondisi dimana hasil penaksiran di sekitarku selalu mengalir kedalam kepalaku.
Walaupun Aku selalu mengabaikannya karena Aku tidak tertarik, bisa dikatakan bahwa Aku memikirkan tentang beberapa hal.
Tidak ada alasan lainnya dan sepertinya begitu.

Dengan ini, seperti yang diduga, aneh, kan?
Aku mendapatkan terlalu banyak skill.
Bagaimanapun dilihat, tidakkah aneh untuk tiba-tiba mendapatkan skill sebanyak ini?
Yaa, Aku tahu alasannya.

"Kebanggaan".

Kecakapan skill yang bisa didapatkan meningkat drastis.
Un.
Pasti itu.
Maksudku, bukankah kecakapan skillnya meningkat bukan main?
Walaupun Aku tidak tahu apapun karena Aku tidak tahu jumlah nilai sebenarnya, kelihatannya sangat meningkat.

《Kecakapan skill tercapai. Skill 『Prediksi LV2』 telah menjadi 『Prediksi LV3』》

Lihat saja.






Chapter Sebelumnya
Chapter Selanjutnya

Jumat, 27 Januari 2017

Kumo Desu ga, Nani ka? S10

S10. Pangeran Kedua


Suu dan Klevea sedang menghadap satu sama lain dengan pedang latihan di hadapan Gue.
Memanfaatkan badan kecilnya, Suu menyerang dari kaki tapi Klevea menangkisnya dengan mudah.
Setelah itu, Suu menyerang terang-terangan, tapi semuanya ditangkis oleh pertahanan Klevea yang teliti.

Kumo Desu ga, Nani ka? Chapter 65

65. Kebanggaan


Kebanggaan, kata yang terkenal di dalam tujuh dosa besar.
Dianggap sebagai dosa yang paling serius diantara tujuh dosa besarnya, dan juga digunakan sebagai gelar Syaitan.
Jika nama ini muncul dalam sebuah game, pasti dimiliki oleh musuh berkelas bos terakhir dan gelar ini juga digunakan untuk nama senjata terkutuk meskipun senjatanya kuat.

Kumo Desu ga, Nani ka? Chapter 64

64. Penaksiran-sama adalah orang yang sangat pintar


Penaksiran-sama sangat luar biasa.
Skill-skill yang bisa kudapatkan terlihat dalam daftar yang muncul dengan jumlah poin yang dibutuhkan.
Jumlah poin yang kumiliki saat ini adalah 200.
Karena sebuah skill minimum membutuhkan 100 poin, Aku bisa antara mendapatkan dua skill 100 poin atau satu skill 200 poin.

Selasa, 24 Januari 2017

Kumo Desu ga, Nani ka? Chapter 63

63. Penaksiran-san, tidak, Penaksiran-sama!


《Kecakapan skill tercapai. Skill 『Makan Berlebih LV4』 telah menjadi 『Makan Berlebih LV5』》

Oh.
Level skill "Makan Berlebih" naik saat Aku terus makan monyet-monyetnya.
Yaa, kurasa begitu.
Jika Aku telah memakan sebanyak itu.
Levelnya akan bertambah juga.
Tidakkah jumlah monyet-monyet yang telah kumakan sudah mencapai 3 dijit?
Tetap saja, aneh bahwa perutku tidak mengembung.
Ini fenomena misterius yang terjadi tepat setelah ber-evolusi, tapi beneran, menghilang kemana jumlah besar yang telah Aku makan?
Dan, Aku masih bisa makan meskipun Aku telah memakan sangat banyak.
Untuk sementara waktu, mari paksa makan semua monyetnya.